YAYASAN SHANTI BHAKTI AMERTHA
Pertolongan-Nya

💰 LANGSUNG-DIGANTI💰 Dalam salah satu televisi show di Negeri Barat, pembawa acara membuka acara untuk pengumpulan donasi bagi seorang yang sedang sakit parah sementara ia dalam kondisi sangat tidak mampu. Lelaki ini harus ditindak operasi dengan biaya puluhan ribu dolar. Mulailah para pemirsa menghubungi nomer yang tertera pada acara ini dan beberapa dari mereka menyumbang dalam jumlah yang tidak sedikit. Hingga muncul satu telepon dari seseorang Muslim yang menyumbang hanya 2 dolar. Sang pembawa acara heran dan bertanya: “Mengapa engkau menyumbang sangat sedikit?” Ia pun menjawab : “Ketahuilah bahwa itu adalah separuh dari harta yang kumiliki saat ini. Tapi aku tetap ingin berbagi.” Baginya berbagi walau sangat sdikit lebih baik daripada tidak sama sekali..! Fenomena ini membuat acara tersebut semakin heboh. Penelpon selanjutnya menyumbangkan dana yang lumayan besar dan berpesan untuk membagi dana yang ia sumbangkan untuk orang yang sakit dan setengahnya untuk orang yang menyumbang dua dolar tadi. Setelah itu telepon itu berdering lagi dan ada yang menyumbang ribuan dolar lagi. Ia juga berpesan untuk membaginya setengah untuk yang sakit dan setengah untuk yang menyumbang 2 dolar. Begitu terus hingga biaya pengobatan bagi lelaki yang sakit itu terpenuhi dan pemuda yang menyumbang dua dolar itu juga mendapatkan uang yang tidak sedikit. Akhirnya beberapa hari setelah penggalangan dana ini, pemuda Muslim itu di undang ke acara yang sama. Ia di wawancarai oleh pembawa acara tentang kehebohan yang ia buat di acara sebelumnya.

Ia pun bercerita.. “Aku telah berkeliling dan mendaftar pekerjaan kesana kemari namun aku tidak mendapatkannya. Hari itu aku hanya memiliki 4 dolar dan setengahnya aku berikan kepada lelaki yang membutuhkan dana untuk operasi. Aku pun tidak menyangka akan mendapatkan balasan langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’Ala dengan jumlah yang tak pernah kubayangkan.” Setelah acara itu selesai, beberapa perusahaan datang menghampirinya untuk menawari sebuah pekerjaan. Dan akhirnya ia pun memilih salah satu yang sesuai dengan keahliannya dan itulah pekerjaan yang selama ia inginkan.

Saudaraku, Jangan heran dengan kisah-kisah semacam ini karena sedekah yang tulus dari hati pasti akan kembali kepada pemiliknya dengan ganti yang lebih indah dan tak terduga-duga. Bersedekahlah sekecil apapun, karena nilai sedekah tidak ditentukan oleh jumlahnya tapi nilai itu ditentukan oleh keikhlasan hati kita. Lakukan segala sesuatu untuk Tuhan, nanti Tuhan yang akan mengatur bagaimana cara untuk membalas kebaikanmu.

Dalam kisah Maha Bharata, Awatara Sri Krishna bersabda “wahai manusia, selama di dunia ini masih ada jiwa yang tersakiti ataupun menderita maka selama itu pula tak akan ada manusia yang mampu merasakan kebahagian seutuhnya”. Apa makna dari pesan ini? coba renungkanlah saudaraku!

Dalam Kitab Rgveda,X.117.1 disebutkan bahwa “Kekayaan tidak pernah berkurang oleh kemurahan hati karena didana puniakan”.

Dalam Kitab Rg.Veda X.117.3 disebutkan bahwa “Dia yang bermurah hati memberikan derma berupa harta  maupun jasa kepada mereka yang sedang susah maupun miskin, mereka juga akan memperoleh harta dan jasa”.  Seandainya ada bencana yang menimpanya, mereka juga akan memiliki banyak sahabat untuk membantu mereka dalam menghindari kesengsaraan.

Pada Hadits muslim, abu daud dan tirmidzi disampaikan : “Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama hamba itu menolong orang yang lain“. Mari fahami maksud dari pesan ini saudaraku.

Pada suatu hari Rasululah SAW ditanya oleh sahabat beliau : “Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling dicintai Allah dan apakah perbuatan yang paling dicintai oleh Allah ? Rasulullah SAW menjawab : “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain; sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapuskan kesusahan orang lain, atau melunasi hutang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjidku ini selama satu bulan ” ( Hadits riwayat Thabrani ).

Berdasarkan Sārāņīyadhamma Sutta, Ańguttara Nikāya (Hare, 2001: 203) Sang Buddha mengatakan kepada para bhikkhu bahwa apabila seseorang memiliki perbuatan, ucapan, dan pikiran yang disertai cinta kasih terhadap sesama, baik di depan atau pun di belakangnya, akan tercipta pengembangan cinta kasih.

Dalam ayat Alkitab Yohanes 15:12 : Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Dalam ayat Alkitab Lukas 6:38 : Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

WAHAI SAUDARAKU, Mari berbagi! SBA menyediakan wadah bagi saudaraku yang ingin berbagi secara rutin disetiap minggunya tepatnya di hari Jumat. Mari kita tunjukkan kesungguhan hati kita yang sepenuhnya bergantung pada-Nya untuk mendapatkan pertolongan dari Beliau Tuhan Yang Maha Kuasa.

Wadah yang dimaksudkan adalah wadah SBA dalam program kegiatan “sharing is protecting” dengan berbagi atau menolong sesama sesungguhnya kita sedang menolong diri kita sendiri. Secara rutin setiap hari Jumat ayo sisihkan rejeki, pancing rejeki dengan berbagi agar rejeki semakin besar dan juga mengalir terus menerus dalam kehidupan kita.

Berbagi adalah cara memancing masuknya berkah Semesta kedalam kehidupan Kita

Nomer Rekening Yayasan, BRI : 1728-01-000154-30-1 (a/n : Yayasan Shanti Bhakti Amertha)

Setiap rupiah yang masuk ke rekening Yayasan akan menjadi berkah bagi kehidupan di semesta ini karena disalurkan untuk kegiatan sosial yang meliputi kegiatan : peduli anak yatim, peduli para lansia, peduli panti jompo, peduli warga yang terkena bencana alam, peduli kasih untuk kesehatan umat manusia dan renovasi / pembangunan rumah ibadah.

Mari Berbagi, diberkatilah Kita semuannya Saudaraku …..